KPK: Tersangka Kasus Miranda Tak Harus Dicekal-- PDIP: Janggal Penetapan 26 Tersangka Politisi-- Presiden: Penting Jaga Hubungan dengan Malaysia-- Aburizal; Hormati Asas Praduga Tak Bersalah-- Tak ada Perpanjangan Jabatan Panglima TNI-- Kasus Miranda: ICW Minta Pemberi Suap Ikut Diseret-- Kasus Miranda: KPK Masih Dalami Peran Nunun-- Kasus L/C Fiktif: PT SPI Bukan Importir Kondensat-- Tiga Calon Kapolri, Semuanya Bintang Tiga-- Denny: Perlu Pembenahan Aturan Agar Koruptor Dihukum Lebih Berat--


RUBRIK
Headlines
Tabik
Politik
Liputan Khusus
Balai Keratun
Balai Kota
Opini
Daerah
Ekonomi & Bisnis
Pendidikan
Ragom Gawi
Sosok


Berkah Lupa

Nilai Diri Kita

Pringsewuku Malang

Ujian Nasional

IKON SEREMONI

 
 
 SEARCH ENGINE
HEADLINE
Berkah Lupa
21 Jun 2010 04:06:53
SALAH satu rezeki besar manusia ialah diciptakan oleh-Nya “wajah ganda” di balik setiap peristiwa. Apa saja memiliki wajah ganda tak terkecuali lupa. Ketika suatu kali mencari kunci mobil pun begitu sulitnya cuma karena lupa, ia terletak di mana. Jangan buru-buru gusar. Bisa jadi Anda memang diminta untuk menunda sejenak keberangkatan Anda menuju kantor.

Nilai Diri Kita
16 Jun 2010 06:06:57
DI sebuah taman kecil ada seorang kakek yang dikerubungi anak-anak yang sedang asyik bermain pasir. Kakek berkata, “Siapa di antara kalian yang mau uang Rp50.000?” Semua anak itu serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”

Pringsewuku Malang
20 May 2010 01:05:50
PEMEKARAN Pringsewu menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) berdasarkan Undang-Undang 48 Tahun 2008 ternyata masih jauh dari harapan (jauh panggang dari api). Betapa tidak sejak ditunjuknya Helmi Machmud sebagai Pj. bupati menggantikan Pj. bupati terdahulu Masdulhaq ternyata belum membawa perubahan berarti. Amanat yang diemban sebagai Pj. bupati belum ada yang terealisasi seperti, memfasilitasi terbentuknya DPRD, apalagi jauh berbicara kapan akan dilaksanakannya pemilihan kepala daerah definitive. Saat ini baru kelengkapan struktur organisasi Pemkab yang baru terbentuk itupun masih melulu terkonsentrasi pada kegiatan cucuk cabut pengisian jabatan.

Ujian Nasional
10 May 2010 12:05:33
UJIAN Nasional (UN) SMA/SMK/MA benar-benar menjadi momok. Ibarat “hari hidup atau mati”, ujian nasional membuat para siswa dicekam kecemasan, kalap, dan takut. Pelbagai upaya dilakukan agar bisa lulus. Selain belajar keras, ada pula rupa-rupa ritual. Sekolah juga terus memompa motivasi pada murid. Bahkan ada acara doa bersama dengan pemuka agama, dan sarat adegan isak tangis.

Berkah Lupa
21 Jun 2010 04:06:53

SALAH satu rezeki besar manusia ialah diciptakan oleh-Nya “wajah ganda” di balik setiap peristiwa. Apa saja memiliki wajah ganda tak terkecuali lupa. Ketika suatu kali mencari kunci mobil pun begitu sulitnya cuma karena lupa, ia terletak di mana. Jangan buru-buru gusar. Bisa jadi Anda memang diminta untuk menunda sejenak keberangkatan Anda menuju kantor.

Bisa jadi kalau Anda jadi berangkat tepat di waktu yang dijadwalkan Anda akan berpapasan dengan truk dengan rem blong. Maka, apa saja peristiwa yang sedang singgah dalam kehidupan kita, walau pahit rasanya, berprasangka baiklah. Ingat saja wajah ganda ini, dan Anda diperbolehkan setiap kali untuk mengambil cuma kebaikannya.

Saya ingin kembali pada soal lupa, lupa kalau hari itu istri berulang tahun. Justru karena lupa inilah saya harus melalukan manuver tambahan agar istri tidak kecewa. Hasilnya tidak buruk. Kami malah memperoleh tambahan kemesraan ekstra karenannya. Jika lupa tak ada, ucapan ulang tahun itu pasti akan berlangsung standar saja. Rutin dan sebagaimana pantasnya saja.

Begitu juga ketika saya lupa membawa handphone (HP) saat sedang pergi ke luar kota. Begitu buru-burunya saat itu, sehingga yang ada di kepala cuma berangkat secepatnya. Di tengah keberangkatan itulah, di saat nafas sudah mereda, baru ingatan kembali awas pada soal-soal yang semestinya. HP itu, benda yang kedudukannya sudah nyaris seperti istri kedua itu, ternyata tak ada di saku saya seperti biasanya.

Anda tahu, di zaman ketika kebutuhan komunikasi sudah semudah ini, kesulitan sedikit saja akan sangat berarti. Saya segera menjadi orang linglung tanpa benda ini. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap dan jauh. Saya serasa dilempar kembali ke masa silam, era ketika cuma untuk mengabarkan saudara yang sakit saja butuh berkirim surat, dan ketika surat telah sampai di alamat, si sakit sudah kembali sehat. Tak ada yang lebih menakutkan di zaman ini seperti ketakutan kita pada hilangnya akses komunikasi.

Ketakutan itu menyadarkan saya, betapa telah terlalu dalam saya tergantung pada benda ini. Maka, ketika ia tak terbawa, itulah saat saya punya kesempatan menenangkan diri, jangan-jangan benda itu telah membuat saya sakit jiwa. Rasanya setiap kali cuma haus melihat bunyi SMS, cuma tegang meraba-raba siapa pengirimnya, apa isinya, kabar menjengkelkan atau kebar gembira.

Jika SMS sedang sepi, maka sayalah yang ganti akan berkirim untuk siapa saja, kepada nama yang tiba-tiba muncul di kepala. Bukan untuk benar-benar berkabar, apalagi untuk mengirim berita penting, tindakan ini ternyata lebih untuk melayani kehausan saya sendiri pada ketergantungan ini. Dan jika sehari saja HP ini berlalu tanpa dering, tanpa pekik SMS, saya seperti orang yang dibuang di sebuah pula terpencil, sepi dan sendiri. Padahal ini jelas halusinasi saya sendiri.

Di sekitar saya, masih tersedia begitu banyak manusia yang bisa saya ajak berkomunikasi. Di antaranya malah pasti akan menyambut saya dengan gembira. Di rumah, ada anak-anak dan istri yang akan selalu menerima saya kapan saja saya membutuhkan mereka. Maka ketika HP tertinggal, saya malah memiliki kesempatan untuk melihat soal-soal lain yang lebih berharga katimbang sekadar nada dering dan bunyi SMS. [Prie G.S. adalah seorang budayawan dan penulis buku “Catatan Harian Sang Penggoda Indonesia”. Saat ini, ia tinggal di Semarang, Jawa Tengah.

Prie G.S.
 
Untitled Document
Home | Redaksi | Hubungi Kami
Copyright 2007 @ bandarlampungnews.com
Jln. Imam Bonjol No. 285. Gedongair
Tanjungkarang Barat, Bandarlampung 35151
Telepon/Fax : 0721 255811
Email : redaksi@bandarlampungnews.com