KPK: Tersangka Kasus Miranda Tak Harus Dicekal-- PDIP: Janggal Penetapan 26 Tersangka Politisi-- Presiden: Penting Jaga Hubungan dengan Malaysia-- Aburizal; Hormati Asas Praduga Tak Bersalah-- Tak ada Perpanjangan Jabatan Panglima TNI-- Kasus Miranda: ICW Minta Pemberi Suap Ikut Diseret-- Kasus Miranda: KPK Masih Dalami Peran Nunun-- Kasus L/C Fiktif: PT SPI Bukan Importir Kondensat-- Tiga Calon Kapolri, Semuanya Bintang Tiga-- Denny: Perlu Pembenahan Aturan Agar Koruptor Dihukum Lebih Berat--


RUBRIK
Headlines
Tabik
Politik
Liputan Khusus
Balai Keratun
Balai Kota
Opini
Daerah
Ekonomi & Bisnis
Pendidikan
Ragom Gawi
Sosok


KPK: Tersangka Kasus Miranda Tak Harus Dicekal

PDIP: Janggal Penetapan 26 Tersangka Politisi

Presiden: Penting Jaga Hubungan dengan Malaysia

Aburizal; Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

Tak ada Perpanjangan Jabatan Panglima TNI

 
 
 SEARCH ENGINE
HEADLINE
KPK: Tersangka Kasus Miranda Tak Harus Dicekal
03 Sep 2010 01:09:55
Sejak ditetapkan sebagai tersangka, hingga Jumat (03/09) siang ini, ke 26 politisi yang diduga terlibat kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia belum dicegah untuk luar negeri. Mengapa? Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setiap orang yang dijadikan tersangka memang belum pasti akan langsung dicegah.

PDIP: Janggal Penetapan 26 Tersangka Politisi
03 Sep 2010 01:09:22
PDIP terus mempertanyakan penetapan 26 tersangka baru Kasus Miranda, 14 di antaranya dari PDIP. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini akan mendatangi KPK berkaitan dengan kasussebagai suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom pada 2004 itu.

Presiden: Penting Jaga Hubungan dengan Malaysia
02 Sep 2010 09:09:09
Sejarah panjang kebersamaan Indonesia-Malaysia, harus dipelihara. Karena itu, memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tentu saja, dengan tidak mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Aburizal; Hormati Asas Praduga Tak Bersalah
02 Sep 2010 09:09:07
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie berharap semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Untuk itu, kepada 26 tersangka baru kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004, harus mendapat kesempatan membela diri.

Presiden SBY Cetak Sejarah di Australia
10 Mar 2010 10:03:35

Besok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mencetak momen bersejarah di Australia. Rencananya, Kepala Negara akan berpidato di Gedung Parlemen Australia, dihadiri para anggota parlemen, di jantung ibukota Australia, Canberra.

Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengemukakan hal tersebut kepada pers, di sela kunjungan Presiden SBY ke Canberra, Selasa (09/03).

Pidato yang akan disampaikan Presiden Yudhoyono di House of Representative Chamber itu, momen sangat bersejarah bagi parlemen Australia. Soalnya, sejak 109 tahun lalu, baru empat kepala Negara dunia yang mendapat kesempatan berpidato. SBY, yang kelima.

"Ini pidato sangat bersejarah. Dalam tradisi Australia selama 109 tahun terakhir, hanya 5 pemimpin negara yang berkesempatan memberikan pidato," kata Dino.

Sebelum berpidato, SBY bertemu Perdana Menteri Australia Kevin Rudd. Dalam pertemuan itu, SBY akan menandatangani beberapa perjanjian bilateral. Setelah itu, kedua pemimpin Negara melakukan jumpa pers bersama di hadapan jurnalis Indonesia dan Australia.

Menurut Dino, Australia kini memberi perhatian khusus terhadap Indonesia, begitu besar. Dino menjelaskan, hubungan Indonesia dan Australia dalam lima tahun terakhir terus berkembang baik. Terutama sejak ditandatanganinya hubungan kerjasama kedua negara.

aan/mun/bln
 
Untitled Document
Home | Redaksi | Hubungi Kami
Copyright 2007 @ bandarlampungnews.com
Jln. Imam Bonjol No. 285. Gedongair
Tanjungkarang Barat, Bandarlampung 35151
Telepon/Fax : 0721 255811