Menkeu: APBN Indonesia Sangat Sehat
10 Mar 2010 10:03:48
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diurusnya saat ini, adalah yang termasuk paling sehat dibandingkan dengan negara-negara lain. Bukan saja anggaran yang baik, ekonomi Indonesia pun mampu mencapai pertumbuhan positif pada saat krisis negara lain mengalami kontraksi (tumbuh negatif).
Paparan anggaran itu disampaikan Menkeu kepada media asing yang diundang pada acara “Foreign Press Gathering”, di ke Kementerian Keuangan, Selasa (09/03) malam. Sri Mulyani menceritakan bagaimana posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tetap positif karena tingkat ekspor masih kecil.
Menkeu mengatakan, posisi anggarannya Indonesia bisa tertolong karena kebijakan pemerintah yang sudah membatasi defisit APBN maksimal tiga persen dari Produk Domestik Bruto. Tak hanya itu usai terkena krisis Asia 10 tahun lalu, Indonesia juga telah cukup belajar bagaimana mengantisipasi dan memperlambat penetrasi krisis global masuk Indonesia.
“Mempertahankan dominasi konsumsi domestik yang sekitar 60 persen adalah yang riil dilakukan pemerintah dengan cara menjaga daya beli,” ujar Sri Mulyani.
Ditegaskan Sri Mulyani, sejumlah kebijakan stimulus fiskal telah disusun oleh pemerintah. Di antara kebijakan itu masih akan diteruskan pada tahun ini. Misalnya, insentif fiskal, adanya subsidi energi, pendanaan untuk infrastruktur dan sejumlah dana-dana lain yang digelontorkan untuk sektor yang lebih spesifik.
Penuhi 20% Untuk Pendidikan
Sri Mulyani juga menerangkan tentang keunikan sistem penganggaran Indonesia dimana porsi anggaran pendidikan harus selalu 20 persen dari PDB. Akibatnya ketika ada revisi APBN yang berdampak pada perubahan PDB, secara otomatis anggaran pendidikan juga akan naik.
Pemerintah menyadari konsekuensi penambahan secara simultan tanpa persiapan dari Kementrian/Lembaga bersangkutan akan berakibat anggaran belum siap akan disalurkan ke mana. Untuk mengantisipasi itu, pemerintah menyiapkan lebih banyak program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa Indonesia.
“Melalui anggaran ini negara akan banyak memberi kesempatan menyekolahkan pegawai, siswa, dan mahasiswa ke luar (negeri),” katanya.
Tahun ini, total dana pendidikan yang diusulkan dalam APBN P sebesar Rp 221,4 triliun. Saking banyaknya, dana ini pun tidak hanya berada di Kementerian Pendidikan Nasional tapi juga dialokasikan untuk kementerian lain yang juga memiliki unsur pendidikan. “Semua dilakukan untuk memperbaiki SDM,” kata Sri Mulyani.
Beberapa di antaranya, anggaran itu masuk di Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kesehatan. Di tiga kementerian itu plus Kementerian Pendidikan Nasional, besar anggarannya mencapai Rp 93,5 triliun, sedang sisanya sebesar Rp 126 triliun ditransfer ke daerah.
Dalam APBN ini, untuk pertama kalinya pula, pemerintah mengalokasikan dana khusus sebesar Rp 2,4 triliun sebagai dana abadi anggaran pendidikan. Dana ini dapat digunakan sebagai dana bergulir bagi mahasiswa dan pelajar, layaknya dana jaminan pendidikan.
sa/bln |