Presiden SBY Akan Berpidato di Parlemen Australia
10 Mar 2010 10:03:52
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (10/03) pagi, melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd di Gedung Parlemen Australia, di Canberra. Pertemuan kedua kepala pemerintahan itu berlangsung selama 30 menit dalam suasana penuh keakraban.
Kevin Rudd menyapa mitranya dengan “Selamat Pagi.” Rudd agaknya tahu betul, SBY suka bermusik. Dalam pertemuan itu, dia memberi kenang-kenangan sebuah gitar akustik handmade khas Australia buatan Maton.
Kevin Rudd juga bertanya apakah SBY bersedia mencoba gitar hadiahnya dan berharap SBY senang dengan hadiah tersebut. SBY meresponsnya dengan senyuman.
Usai pertemuan dua kepala negara ini, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 1,5 jam. Sejumlah menteri yang akan mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral itu, antara lain, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa, Menhut Zulkifli Hasan, Menkumham Patrialis Akbar, Mendag Mari Elka Pangestu, dan Mentan Suswono. Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menpora Andi Mallarangeng, Kepala BKPM Gita Wirjawan, serta anggota Wantimpres Hasan Wirajuda.
Pertemuan bilateral akan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama atau kesepakatan bersama (joint statement) yang, antara lain, mengenai perjanjian pemberitahuan konsuler atau “arrangement on consular notification and consullar assistances”.
Dikatakan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal, sejumlah kesepakatan akan ditandatangani, seperti kerja sama penanganan penyelundupan manusia, persoalan ekstradisi terpidana di kedua negara, perdagangan, pembangunan kawasan Indonesia timur, pendidikan, dan kehutanan serta lingkungan hidup.
“Ada kesepakatan untuk terus meningkatkan kerja sama diplomatik setelah strategic partnership pada 2005 dan Lombok Treaty 2006. Harus ada lagi yang dilakukan,” kata Dino.
Dikatakan Dino, Presiden juga dijadwalkan berpidato di hadapan Parlemen Australia. Ini merupakan kesempatan yang jarang bagi kepala pemerintahan dan kepala negara yang berkunjung ke Australia.
“Ini pidato bersejarah karena selama 109 tahun Parlemen Australia baru lima kepala negara atau kepala pemerintahan yang mendapatkan kesempatan ini. Ini bukti besarnya perhatian masyarakat Australia terhadap Indonesia,” katanya.
Sebelum berangkat ke Gedung Parlemen, Presiden telah bertemu dengan Ketua Partai Liberal Tony Abbot yang m,erupakan partai oposisi di Australia. Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Hyatt itu, Presiden didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Menlu Marty Natalegawa.
Menko Polhukam menjelaskan, pertemuan itu membahas soal upaya bersama melakukan kontraterorisme dan peningkatan hubungan bilateral yang sampai saat ini pada tingkatan yang sangat baik.
aan/bln |