NUSANTARA

Gunung Slamet Alami Gempa Tremor

GUNUNG Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, kemarin (27/8) me...
OLAHRAGA

Gubernur Lampung Dukung PSBL

Setelah sempat tertatih-tatih, akhirnya PSBL memperoleh dukungan dari Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo untuk meng...
JAJAK PENDAPAT
Menurut Anda, prioritas pembangunan Propinsi Lampung 2014 - 2019?
1.Infrastruktur
2.Pendidikan
3.Kesehatan
4.Lapangan kerja
5.Transparansi
6.Reformasi Birokrasi



Hasil jajak pendapat

Bookmark and Share
 
 
Penandatanganan MoU antara PTPN VII dengan Unila (bln/dok)
23/04/2013 07:50 WIB
Majukan Ekonomi Kerakyatan, PTPN VII-Unila Teken MoU

BANDARLAMPUNG News - Guna memajukan masyarakat melalui pendekatan ekonomi yang berbasiskan kerakyatan, dan pemberdayaan masyarakat adat, serta wawasan bina lingkungan yang diimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi di lapangan. PT. Perkebunan Nusantara VII melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dengan Universitas Lampung (Unila), Pemkab Lampung Utara dan Lembaga Musyawarah Masyarakat Adat Gunom Ragom Bunga Mayang- Sungkai.

Penandatangan MoU tentang program pengembangan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat adat berwawasan lingkungan dan berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi ini bertempat di Ruang Rapat Lantai II Gedung Rektorat Unila, Senin (22/4).

Penandatangan dilakukan langsung oleh Direktur SDM dan Umum PTPN VII Budi Santoso, Rektor Unila Prof. Sugeng P. Harianto, Wakil Bupati Lampung Utara Drs.Rohimat Aslan dan Ketua LMMA Gunom Ragom Ir. Anshori Djausal, MT.

Dalam sambutannya Direktur SDM dan Umum Budi Santoso mengatakan, untuk memajukan masyarakat diperlukan kombinasi kerjasama yang baik antar pemerintah setempat dalam hal ini Pemkab Lampura, dibidang regulasi serta dibutuhkan sinergi yang baik dengan masyarakat adat setempat.

”Selanjutnya yang tak kalah penting adalah dukungan intelektual yang bersumber langsung dari kawah candradimuka cendekiawan Universitas Negeri Lampung. Dengan harapan peran sertanya di dalam aplikasi ilmu pengetahuan serta teknologi bidang agraria, sosial budaya, ekologi, perekonomian serta bidang lain yang bisa diaplikasikan secara baik,” katanya.

Budi menjelaskan, PTPN VII sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, terbukti telah memberikan dampak yang positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar unit kerja. Salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan yang termasuk kategori kepentingan nasional adalah peran sertanya dalam pembangunan wilayah terpencil, yaitu wilayah pedalaman yang lekat dengan lingkungan perkebunan, dengan mengembangkan perekonomian rakyat sekitar perkebunan, serta terus menerus memperbaiki infrastruktur di dalamnya.

Tujuan dilaksanakan MoU ini, tambah Budi yakni untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, baik lingkungan fisik maupun lingkungan budaya. Yang dimaksud dengan kriteria kondusif di depan adalah lingkungan yang aman dan tertib, didukung oleh kemakmuran bersama berdasarkan semangat pembangunan ekonomi kerakyatan, disertai oleh tenggang rasa yang tinggi antar semua pihak, dalam setiap menghadapi permasalahan dan tantangan sosial.

”Penandatanganan MoU ini juga merupakan buah manis dari hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan baik antara PTPN VII (Persero) dengan tiga lembaga di depan. Bisa dikatakan kerja sama ini merupakan kolaborasi apik antara korporasi bisnis, akademisi, regulator, dibalut dengan kearifan lokal masyarakat adat setempat,” paparnya.

Sementara Ketua LMMA Gunom Ragom Ir. Anshori Djausal mengatakan, kerjasama ini dilakukan sebagai pembuktian yang sebelumnya telah dilakukan. Kerjasama ini telah dilaksanakan 10 tahun yang lalu, dan ini mulai dilaksanakan lagi.

”Kerjasama ini tentunya didasari prinsip 3 P (people, planet dan profit). Kerjasama ini dirintis harus saling menguntungkan. PTPN VII tidak akan hanya biaya riset tapi juga harus memberikan profit kepada perusahaan,”katanya.

“Kami dari Lembaga adat ingin beri kontribusi bagi jawaban kondisi sosial masyarakat atas permasalahan hukum yang ada. Kelembagaan masyarakat ini penting diperkuat, karena akan menjadi lembaga perekonomian,” tambahnya. 
(R5/bln)