NUSANTARA

Longsor di Sukabumi,12 Korban Tertimbun Ditemukan

Sebanyak 12 warga Kampung Cimerak, Desa Tegal Panjang, Cireunghas, Sukabumi, Jawa Barat, yang tertimbun longsor ditemuka...
OLAHRAGA

BP4K Waykanan Sukses Gelar Turnamen Bola Voly

Untuk mempererat jalinan silaturahmi dan koordinasi dengan masyarakat dalam upaya peningkatan hasil dan mutu budidaya pe...
JAJAK PENDAPAT
Penilaian Anda Atas Prestasi Herman HN Membangun Bandarlampung?
1.Berhasil
2.Cukup Berhasil
3.Kurang Berhasil
4.Lainnya




Hasil jajak pendapat

Bookmark and Share
 
 
Linda Amalia Sari Gumelar (bln/dok)
29/04/2013 14:12 WIB
Kesejahteraan Rumah Tangga Cegah KDRT

BANDARLAMPUNG News - Keluarga sehat dan sejahtera dapat menjadi wadah utama untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar.

"Oleh karena itu, keluarga harus dibangun menjadi keluarga-keluarga yang sehat, maju dan mandiri yang dalam konteks ini diterjemahkan sebagai keluarga sejahtera," kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Minggu.

Menteri menjelaskan, keluarga sebagai institusi terkecil dalam masyarakat dapat menjadi wadah utama dalam melakukan pencegahan KDRT. Selain itu, ia menilai, dalam keluarga sejahtera terbagi peran-peran yang dijalankan oleh laki-laki dan perempuan.

Peranan tersebut, menurut dia, menentukan berbagai pengambilan keputusan serta nilai-nilai luhur termasuk nilai kesetaraan dan keadilan gender yang ditanamkan. "Nilai-nilai ini semestinya bisa dikomunikasikan di awal pembentukan keluarga, yakni pada jenjang pernikahan, perlu adanya komitmen yang kuat yang terbangun baik dalam pribadi laki-laki maupun perempuan, untuk mengemban semua konsekuensi yang hadir ketika formasi keluarga telah terbentuk," katanya.

Komitmen yang telah terbentuk tersebut, dikemukakannua, diharapkan mampu membangun komunikasi dua arah di antara suami dan istri yang berimplikasi pada keutuhan keluarga sehingga kasus KDRT pun dapat tereliminasi.

Ia juga mengatakan, satu bentuk tindak kekerasan yang paling banyak terjadi dalam masyarakat, terutama di Indonesia adalah tindak kekerasan dalam rumah tangga. "Tindakan itu dapat terjadi oleh orang tua kepada anak-anaknya, suami kepada isteri atau sebaliknya dan lain sebagainya," demikian Linda Gumelar. 
(ant/R1/bln)