NUSANTARA

Diduga Pembakar Kantor Desa, 10 Orang Diamankan Polisi

Polisi mengamankan 10 orang warga Desa Gobah yang diduga menjadi pelaku pembakaran Kantor Desa Kemang Indah di Kecamatan...
OLAHRAGA

Swasta Diharapkan Berperan Dalam Kemajuan Sepak Bola Lampung

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung terus mencari terobosan pendanaan klub sepak bola melalui sponsor swasta dan...
JAJAK PENDAPAT
Pilihan Anda Untuk Gubernur Lampung Mendatang?
1.Ridho Ficardo
2.Herman HN
3.Barlian Tihang
4.Amalsyah Tarmizi
5.Alzier Dianis Tabran
6.Lainnya



Hasil jajak pendapat

Bookmark and Share
 
 
Ilustrasi (bln/dok)
28/05/2013 04:28 WIB
LPA akan Dampingi Korban dan Pelaku Pencabulan

BANDARLAMPUNG News - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung yang di-SK-kan Komnas HAM akan melakukan pendampingan langsung terhadap pelaku pencabulan maupun korban. Wakil Ketua LPA Lampung Muhammad Zainuddin mengatakan, pendampingan terhadap pelaku dan juga korban ini lantaran keduanya masih sama-sama belia. 

"Di Lampung Barat memang belum ada LPA Lambar, hanya kita akan berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) setempat," kata Zainuddin , Senin (27/5).

Diutarakannya, pihak sekolah bersama orangtua pelaku maupun korban seharusnya secara kontinyu  berkoordinasi. "Mencari jalan tengahnya, agar pelaku ini tidak mengulangi perbuatannya lagi ke depan dan si korban tidak takut untuk sekolah lagi," papar dia.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Muhammad Zainuddin mengaku, kasus pelecehan seksual semacam ini kerap terjadi di Lampung.

Namun dia meminta jika pelaku maupun korbannya masih dibawah umur, agar namanya disamarkan. Ini untuk menghindari dampak psikologis berkepanjangan. "Media jangan memberikan labelisasi kepada anak itu. Biar bagaimanapun, keduanya adalah korban. Baik pelaku maupun korban sendiri," kata dia.

Mengenai pelaku, perbuatan tersebut menurutnya timbul karena anak termotivasi atas apa yang dia lihat dan dengar. Padahal dia belum sepenuhnya memahami atas apa yang dilakukannya itu sendiri.

"Ini harus ada kesadaran dan peran dari orangtuanya untuk memulihkan anak seperti sediakala. Untuk itu dari pihak keluarga pelaku agar dapat memberikan bimbingan ke arah agama lebih kuat lagi," tandas dia.

Terpisah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Barat (Lambar) akan menyambangi SD Negeri 1 Sebarus, Kecamatan Balik Bukit. Ini terkait adanya kasus asusila yang terjadi di sana.

Anggota Komisi D DPRD Lambar Mirzalie mengaku kaget dan resah dengan perilaku menyimpang yang dilakukan bocah kelas dua sekolah dasar."Tentu kita akan cek kebenarannya, kita harus tahu secara langsung apa yang menyebabkan ini bisa terjadi," kata dia , Senin (27/5).

Diakui Mirzalie, dalam kasus semacam ini, peran orangtua sangat penting untuk mengembalikan anak ke perilaku yang seharusnya.

Sebelumnya diberitakan, dua bocah kelas dua SD Negeri 1 Sebarus, berani melakukan aksi tidak senonoh di ruang kelasnya. Mereka melakukannya di depan murid lainnya. Kejadian ini sudah berlangsung sejak akhir Maret lalu.

Hal itu terungkap setelah salah seorang wali murid korban asusila melapor ke pihak sekolah pada 3 Mei 2013. 

Kepala Sekolah SDN 1 Sebarus Rita Erpenda membenarkan, orangtua murid tersebut menyatakan jika anaknya mengalami perlakuan tidak senonoh dari teman sekelasnya.
(R8/bln)