NUSANTARA

Tarif Naik 30 Persen, Angkot Bandung Urung Mogok

Ancaman mogok para sopir angkutan kota (angkot) dan sejenisnya  di Kota Bandung, Jawa Barat dibatalkan. Mogok batal...
OLAHRAGA

Sujadi Buka Turnamen Futsal antar Instansi

Bupati Pringsewu H.Sujadi, membuka Turnamen  Futsal dan Bandminton antar instansi  di lingkup pemkab setempat,...
JAJAK PENDAPAT
Menurut Anda, prioritas pembangunan Propinsi Lampung 2014 - 2019?
1.Infrastruktur
2.Pendidikan
3.Kesehatan
4.Lapangan kerja
5.Transparansi
6.Reformasi Birokrasi



Hasil jajak pendapat

Bookmark and Share
 
 
Gubernur Lampung Sjachroedin ZP saat sidak pasar (bln/dok)
02/12/2011 04:24 WIB
Sjachroedin Lepas Peserta Wisata Rohani ke Yerusalem

BANDARLAMPUNG News - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, Kamis (01/12) melepas peserta wisata rohani ke Yerusalem, Thailand, India dan Vatikan. Sebanyak 15 peserta akan diberangkatkan ke negara-negara tersebut guna memperdalam agamanya dari sumber aslinya. Pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Utama Gubernur yang dihadiri pejabat eselon II Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung, dan sejumlah peserta yang akan melakukan perjalanan.

Sjachroedin usai melepas peserta Wisata Rohani diruang Rapat Utama Guberur Lampung, mengatakan, dalam penyelenggaraan wisata rohani ini memang ada sedikit kendala. Namun setelah ada seleksi oleh Biro Bantuan Sosial (bansos) maka terbentuklah peserta yang berangkat saat ini.

“Proses pemberangkatan peserta ini memakan waktu, sama halnya seperti pelaksanaan umroh bagi yang muslim. Besar kemungkinan yang akan berangkat dan mendaftar sekarang berangkatnya menunggu lewat daftar tunggu dikarenakan peserta yang sudah terdaftar banyak jumlahnya,” papar Sjachroedin.

Lebih lanjut Sjachroedin menambahkan, dengan dikuasainya ilmu agama bagi masing-masing individu maka kehidupan bermasyarakat akan terarah. Dimana sesama masyarakat saling menghargai, tidak curiga dengan orang, serta tidak melihat suku dan agama.

“Peserta yang  diberangkatkan kali ini merupakan duta dari masing-masing agama. Begitu pun bagi yang beragama Islam, ketika diberangkatkan umrah paling tidak setelah kembali ke tanah air bisa mengajak tetangganya yang satu agama untuk lebih memperdalam agama lagi,” kata Sjachroedin.

Sjachroedin menyebutkan, secara pribadi selaku umat beragama, maka sudah sepantasnya masyarakat jangan mengandalkan agama yang berdasarkan keturunan semata yang dibawa orangtuanya dan dirinya sejak lahir.

“Diharapkan perjalanan ini menambah manfaat dan menambah ilmu tentang agama bagi yang bersangkutan. Sebab dengan agama maka hidup kita akan terarah serta perjalanannya akan mudah,” ujar Sjachroedin.

Orang nomor satu di Lampung ini menjelaskan, mengenai ada beberapa peserta yang mengundurkan diri, semua itu tidak menjadi kendala. Hal ini dikarenakan mereka mengundurkan diri karena alasan sakit dan alasan keluarga. Sehingga tidak memungkinkan berangkat.

“Pergantian peserta juga terlambat dikarenakan pengaturan berkas sudah mepet apa lagi sudah Desember. Kita harus melihat karena pengucuran dana memerlukan pertangung jawaban,” kata Sjachroedin.

Gubernur Sjacroedin menjelaskan, program rohani ini sudah diselenggarakan sejak dirinya menjadi Gubernur Lampung beberapa tahun yang lalu, salah satunya sebagai contoh mengenai keagamaan dimana anggaranya dari bantuan Bansos.

“Penerapannya bagi yang akan diberangkatkan adalah seleksi dan dipilih oleh tim saya tidak ada interpensi dalam menentukan siapa yang akan diberangkatkan,” pungkas Sjachroedin.
(ris/ar/bln)