NUSANTARA

Jalan di Jakarta Lenggang

Sejumlah ruas jalan di Jakarta lengang, menjelang pembacaan keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilihan Pre...
OLAHRAGA

Gubernur Lampung Dukung PSBL

Setelah sempat tertatih-tatih, akhirnya PSBL memperoleh dukungan dari Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo untuk meng...
JAJAK PENDAPAT
Menurut Anda, prioritas pembangunan Propinsi Lampung 2014 - 2019?
1.Infrastruktur
2.Pendidikan
3.Kesehatan
4.Lapangan kerja
5.Transparansi
6.Reformasi Birokrasi



Hasil jajak pendapat

Bookmark and Share
 
 
Puan Maharani (bln/dok)
15/06/2012 13:55 WIB
Puan Maharani: Saya Siap, Asal Ibu Tidak Mencalonkan Diri

BANDARLAMPUNG News - Di kalangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), nama Puan Maharani mencuat sebagai calon penerus ‘trah’ proklamator Soekarno. Ia digadangkan sebagai penerus ibunya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai calon Presiden pada pilpres 2014 mendatang. Tapi, bola masih bergulir, dan Puan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai. Namun ada sebuah catatan darinya. Ia bersedia maju sebagai Capres, dengan catatan, ibunya tidak ikut mencalonkan diri sebagai Capres 2014 mendatang.

Berbincang dengan Elva Setyaningrum di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/06), Puan yang menjabat Ketua Fraksi PDIP di parlemen itu mengatakan, partainya menargetkan bisa memenangkan Pemilu dan Pilpres 2014 mendatang. “Target kami tak muluk-muluk, hanya menang pada Pemilu di tahun 2014. Saya yakin dan optimis sekali," ujar wanita kelahiran 6 September 1973 ini.

Puan menegaskan, sampai saat ini, PDIP masih masih menggodok tokoh-tokoh yang kemungkinan akan mereka usung pada Pilpres mendatang. “Secepatnya kami akan mengeluarkan nama-nama capres yang akan diusung oleh PDIP," ujar sarjana komunikasi Universitas Indonesia ini.

Puan tak mau berandai-andai. Ia menegaskan, Capres dari PDIP akan ditentukan lewat mekanisme partai. Dan ia akan mematuhi apapun hasilnya. Kalau pun partai memberikan mandat kepadanya untuk mencalonkan diri, Puan bersedia dengan satu syarat. Ibundanya tidak lagi maju dalam pilpres tersebut.

Bagaimana partai anda memandang Pilpres 2014 mendatang?

Kami sangat yakin bisa menang. Kami optimistis, PDIP akan mampu mendongkrak perolehan suara hingga 50 persen. Artinya, meningkat 20 persen dibandingkan Pemilu 1999 lalu. Salah satu indikatornya adalah PDIP mampu memenangkan 113 kepala daerah atau 43 persen proses Pemilukada yang berlangsung di Indonesia.

Nama anda kerap disebut sebagai bakal capres dari PDIP, apa tanggapan Anda?

Soal Capres 2014, sebenarnya, semuanya masih dibicarakan di internal partai. Nanti, di akhir tahun 2012 atau awal 2013 baru ada kepastian nama capres dari PDIP.  Masalah pencalonan ini, keputusan akhirnya ada di Ketua Umum kami, Megawati.  

Sebagai Ketua Umum, Ibu Mega bisa menunjuk orang lain sebagai Capres atau memajukan dirinya sendiri, karena ia memiliki hak prerogatif yang merupakan hasil keputusan Kongres III PDIP tahun lalu.

Lantas, jika nanti Anda yang ditunjuk menjadi capres, apa yang akan Anda lakukan?

Jika saya yang diusung oleh partai, saya akan mengikuti mekanisme partai karena saya merupakan kader partai. Sebagai kader partai, saya siap ditempatkan di mana saja. Sebagai kader partai, saya menunggu apa yang akan diperintahkan dan diputuskan Ketum terkait Pilpres.

Soal siapa figurnya yang akan dimunculkan, pasti merupakan kader terbaik partai sehingga akan diendorse partai. Karena kakek saya Presiden, ibu saya juga Presiden. Maka saya masih punya darah Soekarno, setelah ibu Megawati. Coba belah dada saya pasti ada gambar bantengnya.

Apakah Capres dari PDIP harus keturunan dari Soekarno?

Ya tidaklah. Yang saya katakan tadi itu hanya sejarah partai kami saja yang berasal dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Soekarno. Jadi semua kader PDIP berhak menjadi calon Presiden bila memenuhi persyaratan dan didukung oleh pengurus.

Lalu, persiapan apa yang Anda lakukan?

Terus terang, saya tidak mempunyai persiapan pribadi apa pun. Jika memang dicalonkan, saya hanya akan mempersiapkan partai ini berkonsolidasi. Saya mau punya Presiden dan wakil Presiden dari partai ini.

Adakah syarat tertentu untuk pencolanan Anda ini?

Jika memang saya dicalonkan, syarat utamanya adalah ibu saya, Megawati Soekarnoputri tidak ikut mencalonkan diri lagi sebagai capres 2014 mendatang. Sampai saat ini, seluruh komponen partai tetap memegang teguh hasil kongres PDIP di Bali pada 2010, yang secara bulat mendukung ibu saya sebagai calon presiden. Apalagi, Bu Mega belum pernah menyinggung akan mundur dari pencalonan Presiden mendatang.

Amanat Bu Mega kepada kami semua adalah memenangkan Pemilu 2014. Di partai pun, hingga saat ini, Ibu tetap menjadi kandidat terkuat dan mendapatkan seluruh dukungan dari kader PDIP seluruh Indonesia.

Bagaimana dengan dukungan masyarakat, diluar PDIP tentunya?

Beberapa survei yang dilakukan oleh lembaga independen menyebutkan kalau Bu Mega memang mendapat dukungan masyarakat. Beberapa surveu menyebut Megawati lebih populer dari Capres Aburizal Bakrie, Wiranto, Prabowo, Jusuf Kalla, Ani Yudhoyono dan lainnya. Survei  itu bukan kami yang bikin lho, tapi dari pihak luar yang tidak ada hubungannya dengan PDIP.

Bagaimana PDIP mempertahankan citra baiknya di masyarakat?

PDIP selalu konsisten terhadap masalah ekonomi, penegakan hukum, dan kebhinekaan atau pluralisme. Kader PDIP agar tidak mengkhawatirkan hasil poling atau survei tentang popularitas calon yang kerap naik turun. Sementara ini,  hasil survei memang selalu fluktuatif dan berubah. Jangan kecil hati bila hasilnya sedang di bawah, tapi jangan juga besar kepala bila hasilnya kita lagi di atas.

Bagaimana pendapat Anda tentang regenerasi kepemimpinan 2014 mendatang?

Kami memang mengharapkan kehadiran figur muda dalam Pilpres 2014 mendatang. Karena di partai kami banyak sekali kader muda yang siap menjadi pemimpin. Kaderisasi di PDIP sudah berjalan. Bagi saya, sah-sah saja regenerasi pemimpin dilakukan parpol manapun dilakukan jauh-jauh hari. Namun siapa, kapan, dan bagaimana  pemimpinnya kita lihat saja nanti pada 2014. Saya pun tidak mau Capres 2014 ada dikotomi muda dan tua. Jadi biar mengalir begitu saja dan yang muda dan tua bersinergi sama-sama.
(eva/bln)